Mengenal Elemen Dasar Fotografi: Triangle Exposure

Fotografi itu bukan cuman jepret kamera aja lho. Ada ilmu dan teknik yang perlu kamu ketahui, terutama kalau kamu serius dan tekun di dunia fotografi.

(Sumber: Pexels)

Salah satu elemen yang paling dasar menurut Min Lumi sendiri wajib dipelajari adalah Triangle Exposure. Emangnya sepenting itu ya? Yap, karena Triangle Exposure ini yang akan menentukan bagaimana foto kamu akan terlihat terang, gelap, tajam, atau lembut. Yuk, kita bahas lebih dalam Triangle Exposure!

Apa itu Triangle Exposure?

(Sumber: Pexels)

Triangle Exposure
atau segita exposure adalah salah satu konsep dasar dalam fotografi. Seperti yang Min Lumi udah jelasin di atas, konsep ini yang menentukan apakah foto tersebut akan terlihat terang, gelap, tajam atau lembut. Exposure sendiri merupakan jumlah cahaya yang masuk kedalam kamera.

Lalu kenapa disebut "segitiga"? Karena konsep ini melibatkan tiga elemen utama: aperture, shutter speed, dan ISO. Nantinya, ketiga elemen ini akan bekerja sama dalam menghasilkan exposure yang ideal pada foto. Kedengerannya teknis banget ya? tenang, disini Min Lumi akan jelasin masing-masing elemennya.

Aperture

Aperture adalah bukaan di dalam lensa kamera yang memungkinkan cahaya masuk. Yap, dalam lensa terdapat lubang dimana cahaya akan masuk dalam kamera. Semakin besar lubang atau bukaan lensa, semakin banyak cahaya yang masuk. Artinya, foto yang dihasilkan akan jauh lebih terang.

(Sumber: Pexels)



Bukaan lensa ini diukur dalam angka f-stop (contoh: f/2.8, f/5.6). Semakin kecil angka f-stop, semakin besar bukaan lensa, begitupula sebaliknya. Jadi contohnya f/2.8 akan menghasilkan foto yang lebih terang dibanding f/5.6.


Contoh foto yang dihasilkan dengan Aperture rendah (sumber: Pexels

Dalam pengaplikasiannya, selain semakin terang. Bukaan yang besar menghasilkan efek "bokeh" pada foto yang dihasilkan. Sebaliknya, bukaan yang sempit akan membuat lebih detail sebuah foto.

Shutter Speed

(Sumber: Visual Education)

Biar kamu gak bingung, Min Lu bakal jelasin shutter terlebih dahulu. Shutter ibarat kelopak mata kita. Dia berfungsi mengatur kapan foto menangkap. Maka Shutter Speed adalah kecepatan rana (tirai yang menutupi sensor pada kamera) yang diukur dalam detik atau pecahan detik (contoh: 1/60, 1/1000). Semakin lambat shutter speed, semakin terang hasil foto. Mengapa? ini mirip dengan Lubang aperture yang semakin besar semakin terang karena banyaknya ruang untuk cahaya masuk. Maka shutter speed semakin lambat akan memberikan waktu untuk cahaya masuk lebih banyak.


Contoh foto dengan shutter speed tinggi. (sumber: Pexels)

Perlu dicatat, shutter speed sangat bergantung terhadap objek. Semakin cepat objek bergerak, semakin cepat shutetr speed. Sebagai contoh mobil yang sedang berjalan. Kamu perlu shutter speed yang sedikit lebih cepat seperti 1/125 atau lebih. Berbeda dengan saat kamu mengambil pose seorang model, bukaan 1/80 akan lebih dari cukup.

ISO

ISO mengatur sensitivitas sensor kamera terhadap cahaya. Nilai ISO rendah (contoh: 100) menghasilkan foto dengan kualitas tinggi tanpa banyak noise. Sementara itu, nilai ISO tinggi (contoh: 3200) memungkinkan pengambilan foto dalam kondisi minim cahaya, meskipun berisiko menghasilkan noise yang lebih banyak. Juga, semakin rendah ISO semakin terang foto, begitupun sebaliknya.


Perdalam Pemahaman Kamu Seputar Triangle Exposure

Untuk lebih memperdalam pemahaman kamu seputar teknik dasar Triangle Exposure, kamu bisa cari referensi pembelajaran lain, salah satunya melalui pembelajaran visual dibawah ini.


Jadi, sudah siap coba teknik dasar fotografi yang baru kamu pelajari? 
Yuk mulai eksperimen dari sekarang! 
Kalau kamu punya pertanyaan atau mau sharing hasil jepretanmu, jangan ragu tulis di kolom komentar ya!

Selamat mencoba dan berkreasi!

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer